Minggu, 29 Juli 2012

Senyum itu membahana, menjalar menghangatkan tubuh yang mengigil
Senyum khas berpadu serasi dengan lekuk wajahmu
ah seakan-akan lidahku kaku jika mendeskripsikanmu, sulit dijabarkan
terlalu indah. Bagiku, pengagumnya


Ya inilah aku, ada tapi tak terlihat olehmu. kasat mata
dekat, tapi seakan-akan aku tak tersentuh. kosong
Bersuara, tapi tak kau hiraukan, tak penting


setiap namamu dirapal, aku tersenyum
aku gemar menggerilya melirik ke arahmu. menatap
sosok bidadari dari kejauhan
entah sedang tersenyum, berlari atau tertawa. aku hampir tau semuanya.
aku juga menjelma menjadi sosok puitis yang hanya 
bisa mengutarakannya dengan kata-kata ambigu. membingungkan


yang aku tau, aku hanya mengagumimu, sudah
dan berdoa semoga rasa kagum ini tak lantas  reinkarnasi menjadi obsesi memiliki
karena memilikimu itu mustahi.
lamu terlalu sempurna untuk pria seperti aku
aku tau


a perfect poem, thanks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar