Selasa, 31 Januari 2012

saturday

seneng? sedih? kecewa? semua jadi satu
hari itu, seneng siihh, tp something make me feel so bad


pagi dihari sabtu itu, aku ada lomba dancw didispar. finally cuma bisa dapet juara 3, saingannya juga susah, tp senengnya dikasi semangat sama orang itu, dikasi emot cium, itu sesuatu.....
akhirnya aku pulang kesekolah, ganti pakaian terus cuss makan ke 3d, aku diajak nadiya muter2 3d seperti biasanya, pertama lewat bagian  yg deket dapur, terus pindah ke yans satunya, aku jalan lihat samping kiri, noleh2 gajelas, sampe aku memusatkan pandanganku ke satu orang itu, DIA! entah kenapa aku berfikir untuk menyapanya, memberikan senyuman, dan menghampirinya untuk bertanya keadaanya. Bodoh! saat itu aku berfikir, dia masih miliku, dia masih bersamaku, bodoh! sejenak aku berhenti didepannya dan terus menatap kosong, mungkin dia bingung. dan aku trbangun dari semua khayalan, dia bukan milikmu gina, bangun dari mimpimu! aku memilih untuk berlari dan kembali ke cafe, tempat yang lebih aman. aku menangis, entah kenapa aku merasa malu, bodoh! kenapa aku harus berfikir seperti itu? kenapa khyalanku selalu berfikir bahwa dia masih tetap miliku? itu suatuhal yang tidak mungkin, dan harusnya aku sadari itu.
nggak beberapa lama kemudian dia masuk kecafe, perasaanku saat itu campur aduk, aku ingin menatapnya, tapi aku takut rasa itu muncul lagi, sudah cukup aku sakit. entah kenapa semua berniat menanyakan tentang masih sayangkah dia ke aku? sebenarnya aku ingin tahu jawabannya, ingin sekali, tapi apa daya, air mata ini suda jatuh duluan, aku nggak mau terlihat lemah, aku hanya tertunduk dan mendengarkan sedikit pembicaraan mereka. apa jawabannya? aku penasaran aku ingin tau.
setelah makan dll, aku diajak ketemuan sm alumni, jujur takut denger ceritanya dari tmn2, akhirnya aku hanya menemuinya sebentar, dan pandanganku tertuju ke seseorang, DIA! aku yakin itu dia, nampaknya dia ganti baju. BAJU? yaa baju yang dia pakai adalah baju pemberianku, kaos itu! kadoku buat dia, masih dipakai! seneng liatnya, aku suka liat dia pake itu. karena aku ndak berani dengan alumni itu, akhirnya aku memutuskan untuk keluar, dan aku menunggu, sosok keluar dari pintu itu, dia akhirnya keluar, entah kenapa aku memanggil namanya, aku bingun, apa yang harus aku katakan? ya tuhaan kenapa aku begitu bodohnya mengambil keputusan tanpa memikirkan akibatnya? akhirnya aku berkata padanya "aku takut dengan alumni itu, tolong bantu aku" tuhan responya bener2 diluar dugaan, aku pikir dia akan dingin, ternyata tidak, dia masih ramah, sedikit tertama kecil dan lirikannya yang membuat hati lebih tenang. Duduk disebelahnya lagi? mimpi apa aku tuhan? aku ngobrol banyak sama di, dia ngeluarin jajan dari sakunya, dan memotongnya menjadi dua, aku bingung dia mau ngapain, dia suapin aku? big suprise god, akhirnya aku ngajak dia ngenet dia mau, aku senang!
banyak yang aku ngomongin saat berdua, ketawa, lelucon yang dia buat selalu membuatku tertawa, entah kenapa, aku rindu saat saat seperti dulu. suasana berubah saat hapenya bergetar, aku melirik dan melihat siapa pengirim sms itu, aku memalingkan wajah, aku tau itu siapa aku tau! sejenak aku tidak bisa berfikir, cuma sakit yang kurasa, aku tidak berani untu menatapnya lagi, aku malu, karena aku menangis. tiba2 dia bertanya "cemburu ya" tepat sekali mungkin bisa dibilang tidak bisa menerima kenyataan yang ada. setelah aku menghapus air mataku aku menatapnya lagi, mata itu berkaca2, kebiasaannya saat harus mengatakan sesuatu yang mungkin menyakitkan hati matanya selalu berkaca2, aku bertanya kenapa dia seperti itu, dia hanya menjawab, "susah buat ngomong sama kamu" apa yang dia katakan? apa maksutnya? setelah aku memaksanya dia mengatakan kalimarr yang bener2 bikin suasana berubah "aku pindah ke manado" seketika aku menangis, dia mengusap air mataku, aku nggak bisa berkata karena aku nggak sanggup memikirkan apa yang terjadi setelah itu, "aku nggak mau kamu ketergantungan sama aku" aku memang sudah ketergantungan padamu, seandainya aku bisa bicara. dia terus mengusap air mataku dan membelai lebut kepalaku, tangisku semakin menjadi jadi saat dia berkata "janji km harus buat aku bangga sama km, km harus bisa tanpa aku, km ndak boleh ketergantungan sama aku, kamu tau kenapa aku cuek sama km? aku nggak mau kamu ketergantungan sama aku, kita bakalan terpisah jauh. oh iya kamu mau tau jawaban aku masih sayang sama kamu apa enggak? jawabannya masih, nggak mudah ngelupain 11 bulan bareng, sekarang jangan nangis, kamu buktiin sama aku, kamu bisa tanpa aku, buat aku bangga sama kamu, kalo km memang butuh aku, aku selalu siap buat kamu" seketika itu aku menangis, tangisku tak tertahankan lagi, aku nggak bisa nerfikir, aku hanya menatap kosong matanya, sakit, jujur itu sakit banget. aku nddak bisa ngomong sama sekali, bibirku kaku. tanganku hanya diam di atas tangannya. saat itu dia memelukku, pelukan itu membuat aku tambah sakit. aku hanya membayangkan kedepannya, bagaimana aku tanpa dia? bagaimana aku harus berpisah jauh dengannya? yatuhan mendengar itu rasannya aku ingin melarikan diri dari kehidupan. dia trus menggenggam tanganku, aku hanya terdiam. Dia menyuruhku untuk berkata.

aku janji aku bakalan buatkamu bangga
aku janji bisa tanpa kamu
aku harus banggain orangtuaku
aku nggak boleh nangis
aku harus tetap menjadi gina yang ceria, gina yang dulu

aku nggak janji, tapi kata2 itu sudah terlanjur terucap dari bibirku, aku janji akan kembali riang, ramah dan berceloteh seperti biasa, aku janji aku akan membanggakan orang tuaku. aku janji aku menghapus semua rasaku untukmu, mungkin perlu waktu untukku berfikir sejenak, butuh waktu lama untuk menghapus sejuta kenangan indah bersamamu, butuh waktu lama aku bisa menatap matamu tanpa ada perasaan itu, tanpa ada rasa sayang, aku tidak tahu kapan, tapi aku janji aku akaan melakukannya untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar